13/06/2026
WhatsApp Image 2026-06-13 at 10.30.48

Istimewa.

Jakarta, 13 Juni 2026 — Suasana Kampus Institut Pariwisata Trisakti, Jakarta Selatan, tampak sangat meriah pada Sabtu ini (13/6/2026). Sejak pagi, ratusan warga, termasuk lansia dan penyandang disabilitas, memadati area kampus untuk mengikuti program pembuatan Kartu Layanan Gratis (KLG) yang memberikan berbagai fasilitas seperti akses transportasi publik gratis di Jakarta.

Suasana pengurusan Kartu Layanan Gratis untuk lansia di kampus Institut Pariwisata Trisakti (13/06).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-57 Institut Pariwisata Trisakti sekaligus turut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta ke-499. Tak hanya menghadirkan layanan pembuatan KLG, kegiatan juga diramaikan dengan senam bersama, bazar UMKM, pameran produk mahasiswa, demo memasak, hingga program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan berbagai unsur pemerintah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat.

Rektor Institut Pariwisata Trisakti, Fetty Asmaniati, mengatakan Institut Pariwisata Trisakti ingin menjadikan momentum usia ke-57 sebagai titik refleksi untuk menghadirkan program yang benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. “Kami berpikir, apa yang bisa kami berikan pada usia ke-57 tahun ini yang benar-benar membawa kebermanfaatan bagi masyarakat. Akhirnya lahirlah kegiatan pembuatan Kartu Layanan Gratis bagi warga Jakarta yang telah berusia 60 tahun ke atas serta penyandang disabilitas,” ujar Fetty.

Rektor Institut Pariwisata Trisakti Fetty Asmaniati tengah memberikan sambutan.

Fetty pun bergembira, antusiasme warga ternyata sangat melampaui perkiraan. “Awalnya kami khawatir kegiatan ini tidak direspons masyarakat. Tetapi ternyata sejak pagi sudah sangat ramai. Ini baru jam 9 tapi sudah sekitar 150 pengunjung datang untuk mengurus Kartu Layanan Gratis. Ini menunjukkan bahwa program seperti ini memang dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Sinergi Kampus dan Pemprov DKI

Program pembuatan KLG terlaksana melalui kolaborasi Institut Pariwisata Trisakti dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Dinas Perhubungan DKI Jakarta serta operator transportasi publik seperti Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta.

Melalui kartu tersebut, lansia dan penyandang disabilitas dapat menikmati layanan transportasi publik gratis yang terintegrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Fetty mengakui keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. “Kami bersyukur dipertemukan dengan banyak mitra yang memiliki semangat yang sama. Dinas Perhubungan, MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, pemerintah kecamatan dan kelurahan, hingga berbagai mitra dunia usaha memberikan dukungan luar biasa sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik,” ujar Fetty.

Istimewa.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus berkembang untuk menciptakan lebih banyak program yang memberi manfaat bagi masyarakat luas. Fetty juga berterima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung acara ini seperti Kota Tenjo Podomoro, BSI, Koepoe-Koepoe dan lain sebagainya.  “Institut Pariwisata Trisakti ingin terus menjadi bagian dari solusi sosial dan pembangunan kota. Kami berharap semangat kebersamaan ini dapat terus tumbuh untuk mewujudkan Jakarta yang lebih inklusif dan ramah bagi semua,” katanya.

Dari 3 bulan hingga sehari tuntas

Camat Pesanggrahan, Poulinawati, mengapresiasi inisiatif Institut Pariwisata Trisakti yang membuka layanan pembuatan KLG di lingkungan kampus. Menurut dia, kehadiran layanan tersebut memudahkan masyarakat karena proses pengurusan dapat dilakukan dengan cepat tanpa harus mendatangi lokasi pelayanan yang lebih jauh. “Ini sangat membantu masyarakat. Antusiasmenya luar biasa. Hari ini sudah sekitar 150 warga datang. Bahkan prosesnya bisa selesai dalam satu hari. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan diikuti oleh institusi lainnya,” ujarnya.

Camat Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan, Poulinawati, tengah memberikan sambutan.

Ia menilai pendekatan jemput bola seperti ini penting untuk memperluas akses pelayanan publik, khususnya bagi kelompok lansia dan penyandang disabilitas yang sering menghadapi kendala mobilitas.

Wujud Pengabdian kepada Masyarakat

Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama dan Alumni Institut Pariwisata Trisakti, Novita Widyastuti, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya aspek pengabdian kepada masyarakat.

Menurut dia, penyelenggaraan program juga bertepatan dengan semangat peringatan Hari Lansia Nasional yang mendorong peningkatan perhatian terhadap kelompok lanjut usia. “Kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kami ingin memastikan keberadaan kampus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama lansia dan penyandang disabilitas,” kata Novita.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara kampus, kementerian, pemerintah daerah, dan sektor industri. “Kami mengajak berbagai mitra industri dan kementerian untuk berbagi manfaat bersama masyarakat. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa pengabdian masyarakat akan jauh lebih kuat jika dilakukan secara kolaboratif,” ujarnya.

Adapun Istri Menteri UMKM Tina Astari yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Kemitraan di Dewan Kerajinan Nasional dan Penasihat di Dharma Wanita Persatuan Kementerian UMKM yang turut hadir memuji keberhasilan IP Trisakti dalam menggelar acara yang sangat bermanfaat bagi warga lansia DKI Jakarta. “Dengan kartu ini maka warga lansia Jakarta bisa menikmati berbagai fasilitas gratis di antaranya transportasi umum. Kita harap keberhasilan Institut Pariwisata Trisakti dapat diikuti oleh kampus dan institusi lainnya,” puji Tina.

Istri Menteri UMKM Tina Astari memberikan pujian atas keberhasilan acara ini.

Libatkan Tujuh Kementerian dan UMKM

Selain pelayanan KLG, Institut Pariwisata Trisakti juga menggelar kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan anggota Dharma Wanita Persatuan dari tujuh kementerian, yakni Kementerian UMKM, Kementerian Pariwisata, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Sosial, Kementerian Perdagangan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Peserta lainnya berasal dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Tim Penggerak PKK tingkat kecamatan dan kelurahan, serta masyarakat umum. Kampus juga menghadirkan bazar produk UMKM dan karya mahasiswa dari lima program studi S-1, yaitu S1- Pariwisata, S-1 Pariwisata Digital, S-1 Kewirausahaan, S-1 Perhotelan, dan S-1 Usaha Perjalanan Wisata. Berbagai kegiatan edukatif pun turut mewarnai acara, termasuk demo memasak yang didukung mitra industri pangan dan hospitality.

Perkuat Peran Kampus sebagai Agen Perubahan

Memasuki usia ke-57 tahun, Institut Pariwisata Trisakti menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial yang tidak hanya fokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan sivitas akademika, kampus berharap program-program pengabdian masyarakat dapat terus berkembang dan menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan Jakarta yang inklusif, ramah lansia, dan ramah disabilitas.

“Bagi kami, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Pendidikan juga harus hadir melalui aksi nyata yang mampu membantu masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Itulah semangat yang ingin kami bawa pada Dies Natalis ke-57 ini,” ujar Fetty Asmaniati bersemangat.

Ratusan warga lansia dan para pendampingnya yang menghadiri acara ini pun nampak antusias mengikuti jalannya program ini. Mustadjid, Pria 67 tahun warga Pesanggrahan yang mengikuti acara ini mengaku sudah sangat menantikannya. Bahkan sampai jadwal olah raga sabtu paginya pun rela ditundanya. “Pokoknya begitu ada pengumuman di grup RT dan RW mengenai program ini, saya tunda semua jadwal olah raga sabtu pagi saya agar bisa datang pagi-pagi. Karena kartu lansia ini sangat membantu, gratis semua transportasi umum di Jakarta. Jadi saya sangat berterima kasih Institut Pariwisata Trisakti membuat acara ini. Terlebih prosesnya sangat mudah dan 1 jam pun jadi. Bahkan bikin link aktivasi pun dibantu petugasnya. Saya datang jam 7.30, jam 8.30 sudah selesai. Jadi terima kasih ke Institut Pariwisata Trisakti dan Pemprov DKI atas fasilitas ini,” ujarnya semringah.

Mustadjid memuji Institut Pariwisata Trisakti karena menyelenggarakan acara yang sangat membantu para lansia.

Demikian pula dengan Elis Heri Erawati, warga Kebayoran Baru yang sejak pukul 6 pagi datang ke Kampus Institut Pariwisata Trisakti. Dirinya yang mendapat nomor antrian pertama pun mengaku senang bisa mendapat Kartu Layanan Gratis ini.

Elis Heri Erawati gembira dapat memperoleh KLG yang sangat mudah proses pembuatannya di Institut Pariwisata Trisakti.

“Dengan kartu ini kemana-mana jadi lebih mudah dan hemat. Sangat membantu di ekonomi saat ini. Karena itu saya berterima kasih kepada Institut Pariwisata Trisakti yang telah menyelenggarakan acara ini sehingga kami para lansia dapat membuat KLG dengan nyaman, mudah dan cepat. Semoga inisiatif ini ditiru oleh berbagai lembaga lainnya,”ujarnya bahagia.