26/06/2026
WhatsApp Image 2026-06-26 at 08.41.20

Sivitas akademika IP Trisakti serta puluhan anak yatim dari Yayasan Amal Mulia Cipulir, Panti Asuhan Yatim Piatu Jihadul Mukhlisin Rempoa, dan Dompet Yatim dan Dhuafa (Domyadhu) Khodam bersama para pengasuhnya berfoto bersama.

Jakarta – Memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah, Institut Pariwisata Trisakti (IPT) kembali meneguhkan komitmennya untuk tidak hanya mencetak sumber daya manusia yang unggul di bidang pariwisata, tetapi juga membangun karakter yang peduli terhadap sesama. Bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Ikhlas Institut Pariwisata Trisakti, IPT menggelar kegiatan Santunan dan Pemberian Bingkisan kepada Anak-Anak Yatim di Masjid Al Ikhlas yang berlokasi di lantai 5 Kampus Institut Pariwisata Trisakti, Bintaro, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026).

Sivitas akademika IP Trisakti serta puluhan anak yatim dari Yayasan Amal Mulia Cipulir, Panti Asuhan Yatim Piatu Jihadul Mukhlisin Rempoa, dan Dompet Yatim dan Dhuafa (Domyadhu) Khodam bersama para pengasuhnya berfoto bersama.

Kegiatan yang menjadi agenda rutin kampus tersebut dihadiri sivitas akademika, dosen, pegawai, mahasiswa, serta puluhan anak yatim dari Yayasan Amal Mulia Cipulir, Panti Asuhan Yatim Piatu Jihadul Mukhlisin Rempoa, dan Dompet Yatim dan Dhuafa (Domyadhu) Khodam.

Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan salat Ashar berjamaah yang dipimpin Ustaz Habibullah, pembacaan Yasin dan tahlil, sambutan Ketua DKM, sambutan Rektor, tausiyah oleh Ustaz Muhammad Ridwan, doa bersama, hingga penyerahan santunan dan bingkisan kepada anak-anak yatim.

Rektor Institut Pariwisata Trisakti, Fetty Asmaniati, mengatakan bahwa momentum 10 Muharram menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial dan nilai-nilai kemanusiaan. “Di Institut Pariwisata Trisakti kami meyakini bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan melahirkan insan yang memiliki empati, kepedulian, dan akhlak yang baik. Karena itu, kegiatan santunan anak yatim ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari implementasi nilai-nilai kemanusiaan yang ingin kami tanamkan kepada seluruh sivitas akademika,” ujar Fetty.

Rektor IP Trisakti Fetty Asmaniati tengah memberikan sambutan.

Menurutnya, dunia pariwisata merupakan industri yang sangat mengedepankan pelayanan, kepedulian, dan kepekaan terhadap orang lain. Nilai-nilai tersebut, kata dia, harus dibangun sejak proses pendidikan. “Kami ingin mahasiswa belajar bahwa keberhasilan bukan hanya tentang kompetensi profesional, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Kampus harus menjadi ruang yang menumbuhkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, profesionalisme, dan spiritualitas,” katanya.

Fetty berharap semangat berbagi yang ditunjukkan melalui kegiatan tersebut dapat terus tumbuh dan menjadi budaya di lingkungan kampus.

Sementara itu, Dekan Fakultas Vokasi Institut Pariwisata Trisakti, Amrullah, menjelaskan bahwa kegiatan santunan anak yatim merupakan program rutin yang telah lama dijalankan kampus sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. “Ini merupakan kegiatan rutin. Dalam satu tahun kami beberapa kali mengadakan santunan, termasuk pada bulan Ramadan. Selain itu, setiap hari Jumat kami juga menyelenggarakan program Jumat Berkah di Masjid Al Ikhlas, di mana masyarakat sekitar dapat datang untuk menikmati makan siang gratis,” ujarnya.

 

Lebih jauh, Amrullah menegaskan bahwa kepedulian Institut Pariwisata Trisakti terhadap anak-anak yatim tidak berhenti pada pemberian santunan sesaat. “Ada juga anak-anak yang kami bantu melalui program beasiswa penuh sehingga mereka memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih baik. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi bekal untuk meraih masa depan yang lebih cerah,” katanya.

Adapun Pimpinan Panti Asuhan Yayasan Amal Mulia, Cipulir, Jakarta Selatan, Agung, mengatakan pihaknya berbahagia karena anak-anak asuhnya mendapat santunan dari IP Trisakti. ”Bukan hanya kali ini, tapi di momen Ramadhan dan lainnya juga Institut Pariwisata Trisakti sering memberikan santunan. Bahkan mahasiswa IP Trisakti kerap datang ke panti untuk mengedukasi anak-anak. Jadi kami bersyukur anak-anak kami bisa merasakan kebahagiaan,” ujar Agung yang ditemui usai penyerahan santunan.

Pimpinan Panti Asuhan Yayasan Amal Mulia, Agung, memaparkan kesan pesannya.

Tak hanya berupa materi, bahkan anak asuhnya juga pernah ada yang mendapat beasiswa penuh. “Sekarang anaknya, Imron, sudah kerja di perusahaan travel. Jadi kami bersyukur IP Trisakti juga membantu pendidikan anak-anak kami. Semoga ke depan bisa terus dilanjutkan. Dan IP Trisakti selalu sukses di setiap kegiatannya. Amin,” ujar Agung.

Melalui kegiatan santunan 10 Muharram ini, Institut Pariwisata Trisakti kembali menunjukkan bahwa kampus tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial.

Redaksi