18/08/2026
WhatsApp Image 2026-08-17 at 23.30.31

Suasana Upacara Bendera HUT ke-81 Republik Indonesia di Institut Pariwisata Trisakti.

JAKARTA, 17 Agustus 2026 — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Institut Pariwisata Trisakti (IP Trisakti) tidak sekadar diisi dengan upacara bendera dan perlombaan. Kampus pariwisata tersebut memanfaatkan momentum kemerdekaan untuk memperkuat kepedulian sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga memperkenalkan produk pangan lokal. Rangkaian kegiatan melibatkan sivitas akademika, keluarga pegawai, alumni, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat.

Suasana Upacara Bendera HUT ke-81 Republik Indonesia di Institut Pariwisata Trisakti.

Kegiatan diawali dengan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang diikuti pegawai dan mahasiswa IP Trisakti. Rektor IP Trisakti Fetty Asmaniati bertindak langsung sebagai pemimpin upacara. Bagi IP Trisakti, upacara tersebut bukan hanya seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat nasionalisme, persatuan, dan kontribusi generasi muda dalam mengisi kemerdekaan.

Rektor IP Trisakti menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI tidak hanya menjadi bentuk perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat. “Peringatan HUT Kemerdekaan RI menjadi momentum bagi kita untuk terus mengisi kemerdekaan dengan karya, kepedulian, dan kontribusi nyata. Melalui kegiatan sosial, pengabdian kepada masyarakat, serta kebersamaan seluruh keluarga besar IP Trisakti, kami berharap semangat kemerdekaan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Fetty.

Rektor IP Trisakti Fetty Asmaniati memimpin Upacara Bendera HUT RI ke-81.

Semangat tersebut kemudian diwujudkan dalam berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satunya adalah layanan pembuatan Kartu Layanan Gratis (KLG) bagi lansia dan penyandang disabilitas. Program tersebut merupakan pelaksanaan kedua yang digelar IP Trisakti. Sebelumnya, layanan serupa telah dilakukan pada Juni 2026 dalam rangkaian Dies Natalis ke-57 IP Trisakti.

Suasana pengurusan Kartu Layanan Gratis di Auditorium IP Trisakti (17/8).

Pada pelaksanaan kali ini, jumlah layanan bahkan ditingkatkan menjadi sekitar 250 kartu, dari sebelumnya sekitar 200 kartu. Peningkatan tersebut dilakukan karena tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan yang dinilai mudah dan nyaman. “Kartu Lansia ini diadakan sampai dua kali karena ada permintaan. Masyarakat merasa nyaman melakukan layanan di Institut Pariwisata Trisakti. Semoga seluruh kegiatan yang kami adakan ini membawa keberkahan dan kemanfaatan,” ujar Fetty.

Selain layanan sosial, IP Trisakti juga menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang menyasar pelaku UMKM binaan BAZNAS dan MUI serta alumni IP Trisakti.

Melalui kegiatan tersebut, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki perguruan tinggi dibagikan kepada masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pariwisata, perhotelan, kuliner, dan kewirausahaan.

Dorong Produk Pangan Lokal

Nuansa pemberdayaan masyarakat juga terlihat dalam bazar kuliner yang melibatkan mahasiswa dan UMKM eksternal. Sejumlah produk pangan lokal diperkenalkan kepada pengunjung, termasuk produk berbasis sagu.

Founder dan CEO PT Sagolicious Indonesia Prima Jenny Widjaja mengatakan, keikutsertaan perusahaannya dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk hasil hilirisasi sagu kepada masyarakat. Menurutnya, sagu memiliki posisi penting dalam upaya memperkuat ketahanan pangan karena merupakan bahan pangan yang berasal dari Indonesia. “Ini bagian dari merdeka pangan dan ketahanan pangan dengan mengandalkan bahan baku asli Indonesia. Sagu adalah makanan tradisional asli Indonesia,” kata Jenny.

Founder dan CEO PT Sagolicious Indonesia Prima Jenny Widjaja.

Ia menambahkan, tanaman sagu memiliki daya tahan yang kuat selama ekosistem dan lingkungan tempat tumbuhnya tetap terjaga. Karena itu, Jenny berharap masyarakat semakin mengenal dan mengonsumsi produk berbahan sagu sebagai bagian dari upaya mencintai produk lokal. “Kami berharap semakin banyak masyarakat mengonsumsi sagu karena bahan bakunya ada di tanah air sendiri,” ujarnya.

Selain produk berbasis sagu, kegiatan tersebut juga memperkenalkan produk pangan lokal lainnya, termasuk kue lapis bermerek Morisca yang diproduksi PT Prima Aneka Rasa.

Marketing PT Prima Aneka Rasa Monika mengatakan, perusahaan tersebut pada awalnya memproduksi selai srikaya sebelum kemudian mengembangkan produk kue lapis yang kini menjadi salah satu produk andalannya. “Kami bangga bisa memperkenalkan produk lokal dengan banyak variasinya, bahkan hingga ke luar negeri,” kata Monika.

Marketing PT Prima Aneka Rasa, Monika.

Perkuat Kebersamaan

Semarak peringatan kemerdekaan di IP Trisakti juga diisi dengan city tour yang melibatkan pegawai, keluarga pegawai, dan alumni. Berbagai lomba turut digelar untuk membangun suasana kebersamaan di lingkungan kampus.

Kegiatan tersebut mempertemukan berbagai unsur keluarga besar IP Trisakti dalam suasana yang lebih informal. Tidak hanya mahasiswa dan pegawai, tetapi juga keluarga serta alumni turut mengambil bagian dalam perayaan.

Fetty mengatakan, peringatan HUT Kemerdekaan RI seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. “Peringatan HUT Kemerdekaan RI menjadi momentum bagi kita untuk terus mengisi kemerdekaan dengan karya, kepedulian, dan kontribusi nyata,” ujarnya.

Menurut dia, kegiatan sosial, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai aktivitas yang melibatkan keluarga besar kampus merupakan bagian dari upaya IP Trisakti menerjemahkan semangat kemerdekaan dalam tindakan nyata. “Melalui kegiatan sosial, pengabdian kepada masyarakat, serta kebersamaan seluruh keluarga besar IP Trisakti, kami berharap semangat kemerdekaan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas  Fetty.

Pelaksanaan rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah dan operator transportasi publik hingga perusahaan swasta, UMKM, dan alumni. Mereka mencakup Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Transjakarta, LRT Jakarta, MRT Jakarta, Bank Jakarta, Sagolicious, T3 Premium Tea, Marizafoods, Sinar Meadow International Indonesia, Koepoe-Koepoe, Dua Belibis, Bogasari, Roemah Koffie Academy, Aqua, Flavorlab, dan Ikatan Alumni Pariwisata Trisakti (IKAPTRI).

Redaksi