Suasana Penutupan Program Short Course IP Trisakti.
JAKARTA — Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu kebutuhan penting bagi Timor-Leste yang terus membangun sektor ekonomi dan tenaga kerjanya. Institut Pariwisata Trisakti (IP Trisakti) turut mengambil bagian dalam proses tersebut melalui kerja sama pelatihan dengan Public Training Center (PTC) Senai Becora, Timor-Leste. Memasuki batch kedua, empat instruktur muda Timor-Leste mengikuti pelatihan selama 10 hari yang tidak lagi berfokus pada keterampilan teknis pariwisata, tetapi diarahkan pada kompetensi administrasi perkantoran berbasis digital, pengadaan barang dan jasa (procurement), teknologi informasi, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI). Program ini dirancang dengan pola Training of Trainer (ToT), sehingga pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diteruskan kepada peserta pelatihan lain setelah mereka kembali ke Timor-Leste.

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IP Trisakti Agus Riyadi mengatakan, pendekatan tersebut merupakan pengembangan dari program sebelumnya yang berlangsung pada April-Mei 2026. Pada batch pertama, empat instruktur Timor-Leste mendapat pelatihan di bidang hospitality, antara lain housekeeping, pastry, serta food and beverage service. “Jika pelatihan sebelumnya terkait keahlian perhotelan dan pariwisata, pada batch kedua ini mencakup administrasi perkantoran modern secara digital, procurement, teknologi informasi perkantoran hingga AI,” ujar Agus seusai penyerahan sertifikat kepada empat peserta pelatihan di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Hadir dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan IP Trisakti, Dr Nurbaeti, M.M, Q.R.G.P; Dekan Fakultas Pariwisata, Dr Surya Fajar Budiman, M.Par; Kepala Bagian Program Internasional, Dr Nurti Rahayu, M.Pd; dan segenap pengajar yang terlibat dalam pelatihan tersebut.
Menurut Agus, materi tidak hanya diberikan melalui pembelajaran di kampus. Peserta juga diajak melihat praktik kerja secara langsung melalui kunjungan ke RA Suite Hotel dan Artotel Gelora Senayan serta berdiskusi dengan praktisi eksternal. Dengan cara tersebut, peserta diharapkan tidak sekadar memahami konsep, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai penerapan kompetensi tersebut di lingkungan kerja.
Salah satu peserta, Marcelino Pereira Alessio Da Silva menjelaskan, pelatihan di IP Trisakti bukan sekadar kesempatan mengikuti pembelajaran di luar negeri. Pengajar bidang teknologi informasi di Timor-Leste itu melihat program tersebut sebagai kesempatan untuk membawa pulang pengetahuan yang dapat dikembangkan menjadi materi pembelajaran bagi peserta didik di Senai Becora. Salah satu bidang yang menarik perhatiannya adalah cybersecurity. “Kebutuhan terhadap kompetensi teknologi informasi di Timor-Leste terus berkembang seiring proses pembangunan negara. Karena itu, instruktur perlu memperbarui pengetahuan agar materi yang diberikan kepada peserta didik tetap relevan dengan perubahan teknologi. Pengalaman para pengajar IP Trisakti juga menjadi nilai tambah utama karena memberikan perspektif mengenai penerapan teknologi dan administrasi di lingkungan kerja,” ujarnya.

Program tersebut sekaligus menjadi ruang pertukaran pengalaman antara pengajar IP Trisakti dan para instruktur Timor-Leste. Dosen IP Trisakti Amalia Mustika mengatakan, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi aktif mendiskusikan pengalaman kerja mereka. “Diskusi selama pelatihan bahkan berkembang menjadi proses berbagi pengalaman karena peserta telah memiliki pengetahuan dan pengalaman kerja di bidang masing-masing,” ungkap Amalia.
Hal serupa disampaikan pengajar IP Trisakti Anita Swantari yang menemukan adanya perbedaan praktik pengadaan barang dan jasa antara institusi tempat peserta bekerja dengan industri hospitality. “Pengalaman tersebut kemudian menjadi bahan diskusi untuk memperkaya pemahaman kita bersama,” urai Anita.

Pengajar lainnya, Ariawan Aryapranata, melihat interaksi selama pelatihan berlangsung dua arah. “Selain menerima materi, peserta juga banyak berbagi pengalaman mengenai praktik kerja dan kondisi di Timor Leste,” jelas Ariawan.
Senai Becora sendiri merupakan pusat pelatihan milik pemerintah Timor-Leste yang menyediakan pelatihan teknis dan nonteknis, mulai dari welding, elektronik, dan pembangunan hingga teknologi informasi dan administrasi. Bagi IP Trisakti, pola kerja sama semacam ini memperluas makna pelatihan. Sehingga pengetahuan tidak berhenti ketika sertifikat diberikan, tetapi diharapkan ikut berkembang ketika para instruktur kembali mengajarkannya di Timor-Leste.
Redaksi