19/01/2026
Grup astra

Tangkapan Layar Situs ASII (ist)

PT Astra  International Tbk (ASII) tertekan kuat oleh Pandemi Covid-19. Akibatnya pada kuartal 1 2021 ini laba bersihnya anjlok hingga puluhan persen, seperti dikutip dari keterangan yang diterima oleh Liputama.com, Rabu (21/04). “Pendapatan dan laba bersih grup Astra (“Grup”) pada kuartal pertama tahun 2021 lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mengingat tahun lalu pandemi baru mulai memengaruhi ekonomi Indonesia dan kinerja bisnis secara substansial pada bulan Maret 2020,” jelas Presiden Direktur ASII Djony Bunarto Tjondro dalam keterangannya.

Tangkapan Layar Situs ASII (ist)

Berikut rinciannya. Laba bersih bisnis jasa keuangan Grup menurun 30% menjadi Rp985 miliar pada kuartal pertama tahun 2021 dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2020, terutama disebabkan oleh peningkatan provisi guna menutupi kredit bermasalah yang meningkat pada periode tersebut dan penurunan portofolio pembiayaan pada bisnis pembiayaan konsumen

 

Laba bersih Grup dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi meningkat 3% menjadi Rp1,1 triliun, disebabkan oleh peningkatan penjualan alat berat Komatsu serta harga emas dan batu bara yang lebih tinggi, yang sebagian terpengaruh oleh volume kontrak penambangan yang lebih rendah akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung pada kuartal pertama tahun 2021.

 

Laba bersih dari divisi agribisnis Grup menurun 56% menjadi Rp129 miliar, terutama disebabkan penjualan minyak kelapa sawit dan produk turunannya yang lebih rendah serta adanya kenaikan pungutan ekspor dan pajak ekspor kelapa sawit yang signifikan

 

Meskipun pendapatan jalan tol meningkat, divisi infrastruktur dan logistik Grup mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 42% menjadi Rp42 miliar, yang disebabkan oleh recovery one-off biaya transaksi yang terjadi pada kuartal pertama 2020

 

Laba bersih dari divisi teknologi informasi Grup juga menurun 50% menjadi Rp1 miliar, terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari bisnis solusi dokumen dan layanan perkantoran PT Astra Graphia Tbk (AG), yang 76,9% sahamnya dimiliki Perseroan.

 

Sementara Divisi properti Grup melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 23% menjadi Rp49 miliar, terutama karena tingkat hunian yang lebih tinggi dan biaya operasional yang lebih rendah di Menara Astra.

 

Iskandar
Twitter & IG @bungiskandar