22/04/2026
Hooded computer hacker stealing information with laptop

Ilustrasi hacker (ist/freepik)

Serangan ransomware bertarget atau “Ransomware 2.0” dengan cepat menjadi tren di dunia keamanan siber sejak kelompok ransomware Maze beroperasi. Kelompok ransomware berbahaya saat ini melakukan eksfiltrasi data ditambah dengan pemerasan. “Dengan menggunakan taktik tekanan psikologis, pelaku kejahatan siber ini mengancam untuk mempublikasikan data yang mereka pegang, sehingga mempersulit keaadan para korban dengan profil tinggi untuk membayar uang tebusan guna melindungi reputasi mereka yang berharga.” ujar Yeo Siang Tiong, selaku General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky dalam keterangannya hari ini (21/05).

Ilustrasi hacker (ist/freepik)

Dengan kasus baru-baru ini, organisasi dan perusahaan harus melihat ransomware lebih dari sekadar jenis malware. Faktanya, sering kali, ransomware hanyalah tahap terakhir dari sebuah pelanggaran jaringan/sistem. “Pada saat ransomware benar-benar digunakan, penyerang telah melakukan pengintaian jaringan, mengidentifikasi data rahasia, dan mengeksfiltrasinya. Organisasi harus menerapkan berbagai praktik terbaik dan alat keamanan siber untuk melindungi sistemnya secara holistik.” tambahnya

Mengidentifikasi serangan pada tahap awal, sebelum para pelaku kejahatan siber mencapai tujuan akhir mereka, akan dapat menjaga data, reputasi, materi berharga lainnya. Karena itu untuk melindungi perusahaan dari ransomware, Tiong merekomendasikan hal berikut:

  1. Melarang koneksi yang tidak perlu ke layanan desktop jarak jauh (seperti RDP) dari jaringan publik, dan selalu menggunakan kata sandi yang kuat untuk layanan tersebut;
  2. Instal semua patch yang tersedia untuk solusi VPN yang Anda gunakan untuk menghubungkan pekerja jarak jauh ke jaringan perusahaan;
  3. Perbarui perangkat lunak di semua perangkat yang terhubung untuk mencegah eksploitasi kerentanan;
  4. Fokuskan strategi pertahanan untuk mendeteksi pergerakan lateral dan eksfiltrasi data, dengan perhatian khusus pada semua lalu lintas keluar;
  5. Cadangkan data secara teratur dan pastikan bahwa dalam keadaan darurat Anda memiliki akses cepat ke cadangan;
  6. Memanfaatkan data intelijen ancamanuntuk tetap up-to-date tentang taktik, teknik, dan prosedur serangan;
  7. Menggunakan berbagai solusi keamanan yang terjamin yang tersedia di pasar yang membantu menghentikan serangan sejak dini;
  8. Memberikan pelatihan kepada karyawan untuk memperhatikan keamanan lingkungan perusahaan dengan menggunakan solusi keamanan jaringan,
  9. Gunakansolusi andal untuk perlindungan titik akhir yang melawan eksploitasi dan mendeteksi perilaku anomali dan dapat mengembalikan perubahan berbahaya dan memulihkan sistem.
  10. Jika terjadi serangan, mintalah bantuan ke pada ahli. Badan penegak hukum dan perusahaan swasta seperti Kaspersky dapat membantu dalam penyelidikan forensik dan tanggapan ahli setelah serangan.

 

Eddy Dwinanto Iskandar

@bungiskandar