Mahasiswa Prodi UPW IP Trisakti presentasikan ide bisnis mereka di acara Studi Kelayakan Bisnis dan Kewirausahaan.
Jakarta,16 Desember 2025- Suasana Auditorium Institut Pariwisata Trisakti (IP Trisakti) tampak semarak dan penuh energi saat mahasiswa Program Studi D4 Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Angkatan 2023 pada Selasa kemarin (16/12) mempresentasikan ide-ide bisnis segar mereka dalam acara Studi Kelayakan Bisnis dan Kewirausahaan. Di sana kurang lebih 40 mahasiswa menampilkan beragam booth paket tour lengkap dengan flyer, brosur dan standing banner yang berisi berbagai produk wisata yang tidak lagi sekadar ide, melainkan produk siap jual dan siap dipasarkan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran berbasis praktik, pengalaman lapangan, serta penguatan jiwa kewirausahaan mahasiswa Prodi UPW. Setiap konsep dirancang mengikuti standar bisnis riil dan kebutuhan pasar. “Ini adalah kegiatan rutin akademik, tetapi menjadi implementasi nyata dari pembelajaran mahasiswa selama kuliah. Yang mereka presentasikan di hadapan tiga orang dosen yang menjadi juri di acara ini bukan hanya sekadar konsep, melainkan produk siap jual yang benar-benar bisa dijalankan oleh mahasiswa. Adapun tugas para juri ini memberikan masukan agar produknya semakin baik lagi,” ujar Amrullah, Dekan Fakultas Vokasi Institut Pariwisata Trisakti.

Amrullah juga memaparkan sebelum sampai pada tahap ini, para mahasiswanya telah melalui praktik pemanduan wisata dalam kota, serta perjalanan ke Bogor, Bandung, dan Bromo. “Yang mereka create saat ini bukan hasil mereka-reka dari internet saja, melainkan pengalaman langsung dari pembelajaran lapangan,” jelas Amrullah.
Program ini sendiri mengintegrasikan berbagai mata kuliah, mulai dari praktik pemanduan wisata, kewirausahaan, studi kelayakan bisnis, hingga pemasaran. Para dosen berperan sebagai fasilitator, sementara mahasiswa diuji untuk meyakinkan calon pelanggan secara langsung, termasuk siswa SMA yang tengah berkunjung ke kampus IP Trisakti, seperti dari SMA Tarsisius 2 Kebon Jeruk, Jakarta Barat. “Produk mereka kami nilai dari kedalaman konsep, kesiapan pelaksanaan, kelayakan biaya, hingga cara mereka menangani pelanggan. Ini benar-benar produk wisata yang utuh dan siap dijual,” jelas Amrullah.

Dewan juri terdiri dari dosen UPW dan praktisi industri perjalanan wisata. Seluruh presentasi disampaikan dalam bahasa Inggris, sebagai persiapan menghadapi pasar internasional dan kerja sama dengan agen perjalanan luar negeri. “Inilah yang membuat lulusan UPW sangat kompeten. Nantinya mereka tidak hanya jago bekerja di bidang tour and travel, tetapi juga di sektor MICE — meetings, incentives, conferences, and exhibitions bahkan ada juga yang jadi pramugari,” tambah Amrullah.

Amrullah menerangkan, lulusan Prodi UPW dibekali kompetensi pemasaran digital, studi kelayakan bisnis, pemahaman lintas budaya, serta kewirausahaan, sehingga mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat melalui kualitas lulusan. “Kami juga memperoleh predikat unggul dari badan pariwisata PBB UNWTO, yang memperkuat komitmen kami dalam mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing,” ungkap Amrullah, semringah.
Dengan kekuatan kompetensi dan juga jejarin luas dalam dan luar negeri, Prodi UPW juga dikenal memiliki wawasan global dan kepercayaan internasional. Program ini menerima mahasiswa mancanegara dari Tiongkok, Serbia, Korea Selatan, Vietnam, Australia, serta yang terbaru dari Timor Leste.
Amrullah menuturkan, acara ini merupakan bagian dari kontribusi kampus IP Trisakti untuk memajukan pariwisata Indonesia. “Kemajuan pariwisata bergantung pada sinergi penta helix, akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media. Kelimanya harus saling mendorong, mendukung, dan memperkuat agar pariwisata memiliki daya saing nasional dan global,” kata Amrullah.
Suasana acara ini sendiri menyerupai ajang program TV ‘Shark Tank’ di stasiun ABC di AS yang mempertemukan para pengusaha perintis dengan investor kawakan. Mahasiswa IP Trisakti di atas panggung dengan penuh percaya diri mempresentasikan ide bisnis wisata di hadapan para juri. Sementara itu, kelompok lain aktif menjelaskan produk mereka kepada calon pelanggan, yakni siswa SMA yang berkunjung ke IP Trisakti.
Kemasan produk tampil profesional, lengkap dengan banner, brosur, flyer, serta busana tematik—mulai dari nuansa pantai, hutan, pegunungan, hingga penggunaan life jacket yang menarik perhatian dan antusiasme para siswa untuk berfoto.
Salah satu konsep yang mencuri perhatian adalah “Splash and Dash Girls Trip”, karya Louise Maria Maturan, Catarina Amelia Parbana dan Alvinny, tiga mahasiswi Prodi UPW semester lima. Louise Maria Maturan menjelaskan, paket ini menyasar segmen wisata perempuan, sejalan dengan tren perjalanan khusus wanita di kalangan generasi Z. “Kami memilih konsep girls trip karena tren ini sedang sangat berkembang di kalangan perempuan muda,” ujar Louise.
Paket wisata yang mencakup kunjungan ke tiga curug di kawasan Puncak Bogor, yaitu Curug Priuk, Curug Naga, dan Curug Barong ini dibanderol Rp1,47 juta per orang dengan minimal sepuluh peserta. Fasilitasnya meliputi transportasi pulang-pergi dari Kampus Institut Pariwisata Trisakti, wisata tiga curug, aktivitas body rafting, konsumsi, penyediaan life jacket, asuransi perjalanan, hingga aktivitas merajut tas untuk mempererat kebersamaan peserta. “Kami mengunjungi langsung lokasi, mengamati tren pasar, dan melakukan riset sebelum merilis paket ini,” jelas Catarina. “Kami yakin paket ini akan sangat diminati, melihat tingginya antusiasme di lapangan dan di media sosial,”imbuhnya.
Kegiatan ini juga memberi kesan mendalam bagi siswa SMA yang hadir, salah satunya Javen Saverio, siswa kelas 12 SMA Tarsisius 2 Kebon Jeruk. “Kami berkunjung ke berbagai universitas untuk mendapatkan gambaran dalam memilih jurusan ke depan,” kata Javen.

“Di sini saya melihat mahasiswa diberi kesempatan nyata untuk mengeksplorasi ide bisnis dan mempresentasikannya dengan percaya diri. Acara ini sangat bagus,” ujar Javen.
Melalui kegiatan ini, Prodi UPW IP Trisakti menegaskan bahwa pendidikan pariwisata tidak berhenti pada tataran teori di kampus belaka. Ia membentuk generasi profesional dan wirausahawan pariwisata yang siap pakai, percaya diri, berpikiran global, dan siap bersaing di masa depan.
Redaksi