27/03/2026
WhatsApp Image 2026-02-26 at 17.04.38 (1)

Istimewa

Jakarta – Yayasan Trisakti menggelar kegiatan “Sosialisasi Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi(APT) 4.1 oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) ” di Kampus Institut Pariwisata Trisakti, Jalan IKPN Bintaro No.1, Jakarta Selatan hari ini (26/02). Kegiatan ini menghadirkan jajaran pimpinan perguruan tinggi di bawah Yayasan Trisakti, pengurus yayasan, Ketua LLDikti Wilayah 3 serta narasumber dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yaitu Ketua Majelis Akreditasi BAN PT, Prof.Dr.rer.nat. Imam Buchori, S.T dan Direktur Dewan BAN-PT, Prof Dr Ari Purbayanto

Rektor Institut Pariwisata Trisakti, Fetty Asmaniati, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki arti strategis bagi masa depan institusi pendidikan tinggi di lingkungan Yayasan Trisakti. “Kegiatan ini memiliki arti yang sangat strategis. Instrumen APT 4.1 bukan sekadar perangkat administrasi akreditasi, tetapi merupakan instrumen penjaminan mutu yang mendorong perguruan tinggi untuk semakin akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas berkelanjutan,” ujarnya.

Rektor Institut Pariwisata Trisakti, Fetty Asmaniati memberikan sambutan.

Menurut Fetty, proses akreditasi institusi harus dipandang sebagai momentum refleksi dan transformasi. “Melalui sosialisasi ini, kami berharap seluruh pimpinan dan unit terkait di bawah Yayasan Trisakti memperoleh pemahaman yang komprehensif baik dari sisi kebijakan maupun teknis, sehingga proses reakreditasi institusi dapat dipersiapkan secara matang, sistematis, dan sesuai dengan standar BAN-PT,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa komitmen peningkatan mutu tidak dapat dilakukan secara parsial. “Kami memandang kegiatan ini sebagai wujud komitmen bersama untuk terus meningkatkan mutu pendidikan tinggi, memperkuat tata kelola, serta memastikan bahwa seluruh perguruan tinggi di lingkungan Yayasan Trisakti mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” tutup Fetty.

Sementara itu, Bendahara Yayasan Trisakti Lukman Effendi yang mewakili Ketua Pengurus Yayasan Trisakti Ainun Na’im, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. “Sosialisasi ini memiliki arti yang sangat penting, karena akreditasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan kebutuhan strategis bagi keberlangsungan dan kemajuan institusi pendidikan kita,” ujar Lukman.

Bendahara Yayasan Trisakti Lukman Effendi tengah memberikan sambutan.

Ia menegaskan bahwa akreditasi merupakan bentuk pengakuan resmi atas mutu dan kelayakan lembaga pendidikan. “Melalui akreditasi, institusi kita dinilai secara objektif berdasarkan standar nasional yang telah ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Hasil akreditasi menjadi indikator kualitas yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, memperkuat reputasi lembaga, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” katanya.

Lebih jauh, ia menyebut akreditasi sebagai pendorong budaya mutu berkelanjutan. “Proses ini menuntut kita untuk melakukan evaluasi diri, memperbaiki tata kelola, meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, serta memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan efektif dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Dengan kata lain, akreditasi membantu kita untuk terus bertumbuh dan tidak berpuas diri,” tegasnya.

Ketua LLDIKTI Wilayah III, Henri Togar Hasiholan Tambunan, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas langkah Yayasan Trisakti menyelenggarakan sosialisasi APT 4.1. “Langkah ini menunjukkan keseriusan yayasan dalam memastikan seluruh satuan pendidikan di bawah naungannya memiliki pemahaman yang selaras terhadap kebijakan maupun teknis penyusunan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT),” ujarnya.

Ketua LLDIKTI Wilayah III, Henri Togar Hasiholan Tambunan tengah memberikan sambutan.

Henri menegaskan bahwa akreditasi kini tidak lagi dipahami sekadar proses administratif. “Instrumen APT 4.1 menuntut perubahan cara pandang. Fokusnya bukan hanya pada dokumen yang lengkap, tetapi pada konsistensi praktik mutu yang benar-benar hidup di dalam perguruan tinggi,” katanya.

Ia mengungkapkan, dalam berbagai evaluasi di wilayah kerja LLDIKTI III, tantangan yang kerap muncul bukan pada kurangnya program, melainkan pada keterhubungan antarproses. “Banyak perguruan tinggi memiliki kegiatan baik seperti penelitian, pengabdian, dan kerja sama, namun belum seluruhnya terdokumentasi secara sistematis dan terintegrasi dalam kerangka penjaminan mutu institusi,” jelasnya.

Henri juga menekankan pentingnya membangun budaya mutu melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). “Dokumen sebaik apa pun tidak akan bermakna tanpa siklus evaluasi yang berjalan secara rutin dan objektif. Kecil-kecil pun kegiatan harus didokumentasikan, baik kurikulum, penelitian dosen, maupun pengabdian kepada masyarakat. Jangan abai,” tegasnya.

Ia menambahkan, LLDIKTI Wilayah III mendorong seluruh perguruan tinggi di bawah koordinasinya untuk terus meningkatkan status akreditasi. “Kami sangat concern dengan akreditasi. Harapan kita bisa sampai unggul. Masih banyak perguruan tinggi yang perlu mendapat perhatian, terutama yang kecil,” ujarnya.

Terkait Yayasan Trisakti, Henri menilai yayasan tersebut telah menunjukkan komitmen yang kuat. “Saya lihat yayasan sangat concern mendorong akreditasi perguruan tinggi di bawah naungannya. Walaupun sudah ada yang unggul, tetap didorong supaya yang belum menjadi unggul semua di bawah Yayasan Trisakti,” katanya.

Ia mencontohkan sejumlah perguruan tinggi yang dinilai memiliki potensi besar. “ITL Trisakti misalnya punya potensi unggul. Yang lainnya bertahap seperti Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi Trisakti dan Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti. Semua bertahap meningkat,” ujarnya.

Henri menekankan bahwa salah satu titik kritis dalam proses akreditasi adalah aspek kelembagaan dan sumber daya manusia. “Terutama dosen yang sudah lektor kepala dan guru besar perlu didorong. Sarana prasarana tetap penting, tetapi sumber daya manusia ini sangat menentukan,” katanya.

Kegiatan sosialisasi ini juga menghadirkan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT, Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc., beserta tim. Kehadiran unsur pimpinan dan eksekutif BAN-PT dinilai menjadi momentum penting bagi enam perguruan tinggi di bawah Yayasan Trisakti untuk memperkuat kesiapan menuju peringkat akreditasi unggul.

Istimewa

Melalui sosialisasi ini, Yayasan Trisakti berharap seluruh perguruan tinggi di bawah naungannya dapat menyusun dokumen AIPT yang lebih matang, kredibel, dan mencerminkan kondisi riil institusi, sekaligus membangun budaya mutu yang berkelanjutan di tengah dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.

Redaksi