Rektor Institut Pariwisata Trisakti Fetty Asmaniati tengah mewisida lulusan kampusnya.
JAKARTA— Semangat kebanggaan dan optimisme terpancar dari wajah 623 wisudawan Institut Pariwisata (IP) Trisakti yang diwisuda di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Rabu (8/10/2025). Di tengah dinamika industri pariwisata global, kampus ini kembali menorehkan prestasi membanggakan: 89 persen lulusannya telah terserap di dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Rektor IP Trisakti, Fetty Asmaniati, menyampaikan rasa syukurnya atas capaian tersebut. “Rata-rata masa tunggu lulusan kami hanya sekitar enam bulan. Ini membuktikan bahwa dunia industri percaya pada kompetensi lulusan IP Trisakti,” ujarnya penuh bangga.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para dosen, tenaga kependidikan, serta mitra industri yang telah membuka ruang magang dan kesempatan kerja bagi mahasiswa. “Kami tidak ingin orang tua kecewa karena anaknya sulit mendapat pekerjaan. Bahkan, bagi yang belum terserap industri, kami sediakan kesempatan bekerja di unit-unit bisnis kampus,” tambahnya.

Tahun ini, IP Trisakti meluluskan 14 doktor (S3), 51 magister (S2), 220 sarjana (S1) Pariwisata, 274 sarjana terapan (S.Tr) Pengelolaan Perhotelan, dan 64 sarjana terapan (S.Tr) Usaha Perjalanan Wisata.
Menurut Fetty, capaian tinggi serapan kerja bukan kebetulan, melainkan hasil dari konsistensi kampus dalam menjaga mutu pembelajaran dan menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri. “Kebijakan baru pemerintah melalui Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu menjadi pedoman kami dalam terus meningkatkan kualitas lulusan,” katanya.
IP Trisakti, lanjut Fetty, juga memperluas kerja sama internasional dengan 23 negara, termasuk kemitraan terbaru bersama Van Lang University, Vietnam. Program kolaborasi ini memberi mahasiswa pengalaman belajar lintas budaya dan kesempatan bekerja di luar negeri. “Beberapa alumni kami kini berkarier di Swiss. Mereka menjadi bukti nyata bahwa lulusan IP Trisakti mampu bersaing di kancah global,” ucapnya bangga.
Tak hanya siap kerja, lulusan IP Trisakti juga diharapkan menjadi pencipta lapangan kerja. “Kami ingin mereka menjadi agen perubahan di sektor pariwisata Indonesia,” tutur Fetty. Sebagai bentuk apresiasi, kampus memberikan beasiswa penuh kepada satu lulusan terbaik untuk melanjutkan studi magister di IP Trisakti.
Wakil Rektor I Bidang Akademik, Agus Riyadi, menambahkan bahwa IP Trisakti kini menanamkan konsep regenerative tourism dalam seluruh aspek pembelajaran. “Kita sudah melewati tahap green tourism. Kini fokusnya adalah bagaimana pariwisata bisa memulihkan dan memperkuat kehidupan sosial, budaya, dan alam,” jelasnya.
Konsep ini diyakini akan menjadikan lulusan IP Trisakti lebih peka terhadap isu keberlanjutan dan mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Bendahara Pengurus Yayasan Trisakti, Lukman Efendi, menegaskan komitmen yayasan untuk terus mendukung transformasi pendidikan tinggi yang adaptif dan berdampak. “Makna berdampak bukan sekadar unggul di atas kertas, tetapi mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa akreditasi unggul dan prestasi akademik bukanlah tujuan akhir. “Itu hanyalah sarana untuk menghadirkan ilmu, riset, dan inovasi yang menjawab tantangan zaman. Jadilah alumni IP Trisakti yang berani berinovasi, membangun jejaring, dan menciptakan solusi sosial bagi bangsa,” pesannya.
Apresiasi juga datang dari Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah III, Tri Munanto, yang menyebut IP Trisakti sebagai satu-satunya institut di Jakarta dengan akreditasi unggul. “Ini buah kerja keras seluruh pimpinan, dosen, dan mahasiswa. IP Trisakti berperan penting dalam menyiapkan SDM pariwisata unggul yang dibutuhkan Indonesia,” ujarnya.
Tri juga menilai IP Trisakti menjadi pilihan tepat bagi generasi muda yang ingin membangun masa depan di sektor pariwisata. “Potensi pariwisata Indonesia sangat besar. Lulusan IP Trisakti saya yakin akan menjadi pelaku penting dalam pembangunan berkelanjutan negeri ini,” tuturnya.
Di penghujung acara, Fetty menyampaikan pesan haru sekaligus inspiratif kepada para wisudawan. “Dunia kerja menanti, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana ilmu kalian memberi manfaat bagi masyarakat. Jadilah lulusan yang membawa nama baik almamater dan memberi dampak nyata bagi bangsa,” ujarnya.
Prosesi wisuda pun ditutup dengan sambutan hangat dari AKBP Wanito Eko Sulistyo selaku perwakilan orang tua, serta Nicholas Theofilus Sukertha sebagai perwakilan wisudawan yang mewakili semangat generasi baru pariwisata Indonesia — generasi yang siap berkarya, berdaya saing, dan memberi arti bagi dunia.
Redaksi