14/02/2026
Super Air Jet

(istimewa)

Pebisnis sejak dulu disebut sebagai orang-orang nekat, jika tidak gila. Ya, predikat itupun nampak layak disematkan untuk pendiri maskapai swasta baru di Indonesia. Bayangkan, sebelum pandemic saja kompetisi maskapai dalam negeri sudah sangat ketat dan sejumlah maskapai berguguran seperti Sempati Air, Merpati Airlines, Adam Air, Batavia Airlines dan Mandala Airlines. Namun, kini, di tengah pandemi, yang membuat pasar penerbangan nasional dan internasional mengkerut habis-habisan, justru maskapai baru ini, Super Air Jet, nekat meluncur.

(istimewa)

Dalam keterangannya kepada media, Direktur Utama Super Air Jet, Ari Azhari  maskapai yang dipimpinnya akan siap mengudara dalam waktu dekat ini seraya melengkapi berbagai persyaratan yang diperlukan. “Super Air Jet didirikan atas dasar optimis bahwa peluang pasar khususnya kebutuhan penerbangan dalam negeri (domestik Indonesia) masih ada dan terbuka luas, ada permintaan yang sangat kuat dari masyarakat untuk perjalanan udara saat ini, terutama para milenial,” jelasnya dalam keterangannya kepada media hari ini, Senin (3/5/2021).

Ari, yang sebelumnya dikenal sebagai General Manager Service Lion Group menerangkan, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan membuat pihaknya yakin pasar penerbangan domestic masih terbuka lebar. “Super Air Jet didesain dan dipersiapkan agar memungkinkan banyak orang (penumpang) untuk bisa bepergian menggunakan pesawat udara tujuan wisata, pendidikan, pebisnis muda dan mengunjungi ke berbagai kota tujuan favorit,” urainya.

Dirinya pun tak gentar dengan persaingan maskapai nasional dan swasta yang telah lebih dulu eksis. Strateginya, fokus utama Super Air Jet adalah menawarkan konsep maskapai berbiaya rendah dengan penerbangan langsung antarkota secara point-to-point di pasar domestik, untuk kemudian dalam perkembangannya merambah ke berbagai rute internasional.

Adapun pada fase perintisan ini Super Air Jet akan mengoperasikan armada generasi terbaru yaitu Airbus 320- 200. “Armada yang berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi ini nyaman dikelasnya, dengan tempat duduk ergonomis,” jelas Ari.

Super Air Jet pun disasarnya untuk kalangan milenial yang akrab dengan teknologi. “Super Air Jet telah melihat peluang di era kekinian saat ini hingga mendatang, menegaskan bahwa loyalitas generasi lebih muda hanya akan didapatkan melalui pengalaman (experience),” ucapnya.

Sebagai strategi pamungkas, Super Air Jet akan ‘menembak’ pasar milenial dengan konsep ‘Super Cost’ . “ Konsep ini menawarkan layanan maskapai berbiaya paling hemat, sehingga lebih terjangkau,” urai Ari memungkas penjelasannya.

Eddy Dwinanto Iskandar

Twitter & IG @bungiskandar