Website Exabytes
Pandemi terbukti mengubah pola pembelajaran yang berlaku di seluruh penjuru dunia. Pembelajaran online alias daring kini menjadi opsi yang paling banyak dipilih untuk memastikan keselamatan peserta didik dan para pengajar dari ancaman Covid-19, termasuk di Indonesia. Sebagai hasilnya, pihak sekolah merasakan pentingnya kehadiran daring dengan cara membuat website sekolah.

Kondisi tersebut divalidasi oleh Exabytes Indonesia melalui laporannya yang menyatakan bahwa terjadi kenaikan hingga 168% dalam website sekolah berdomain SCH.ID yang terdaftar di kurun waktu Maret 2020 – Maret 2021. “Lonjakan kenaikan website sekolah ini lebih signifikan dibandingkan dengan data tahun 2019 – 2020,” jelas Indra Hartawan sebagai Country Manager Exabytes Indonesia dalam keterangannya hari ini (4/5).
Domain SCH.ID merupakan domain dengan singkatan dari kata “school” dan “id” yang berarti sekolah Indonesia. Domain ini menjadi domain yang diperuntukkan khusus untuk sekolah yang telah memiliki izin dari PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia .id Registry-Red) yang bisa digunakan untuk website sekolah apapun dengan berbagai jenjang pendidikan. Indra menjelaskan, sebelum pandemi memang domain sch.id telah mengalami kenaikan pesat dibandingkan beberapa tahun terakhir. “Namun, saat pandemi terjadi, domain sch.id mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Hal ini membuktikan bahwa sekolah mulai sadar memerlukan website untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran,” urai Indra.
Indra juga menuturkan bahwa saat ini sekolah harus memanfaatkan teknologi dan informasi agar tidak tertinggal dari perkembangan zaman yang serba digital. Terutama untuk pembelajaran daring yang sedang diterapkan supaya lebih optimal. Maka dari itu perlu hadirnya website untuk sekolah. “Sebagai contoh, website sekolah yang baik itu tidak hanya memiliki profil sekolah saja tetapi bisa memberikan informasi seperti pendaftaran siswa baru, modul e-learning hingga ujian online (CBT Online). Sehingga sekolah pun dapat memberikan value lebih yang tak hanya bermanfaat untuk sekolah itu sendiri tetapi untuk tenaga pengajar, siswa siswi hingga orang tua siswa,” terang Indra.
Oleh karena itu, Exabytes sadar akan pentingnya kehadiran online website sekolah yang masih belum banyak. Terlebih seperti dilansir dari TribunNews Makassar bahwa masih banyak, atau 90% sekolah di Indonesia tidak memiliki website. Menurut Prof. Arismunandar selaku Guru Besar Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Makassar, transformasi pembelajaran berbasis digital masih terbata-bata dalam dunia pendidikan Indonesia dan baik guru maupun dosen masih memiliki pemahaman teknologi yang rendah.
Untuk itu perusahaan hosting Exabytes Indonesia berkolaborasi dengan registry domain utama Indonesia PANDI meluncurkan program #WebsiteUntukSekolah. Program ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei dimana Exabytes dan PANDI ingin mendorong kesadaran akan pentingnya kehadiran online dan membantu sekolah dalam mewujudkan website sekolah dengan mudah dalam memajukan pendidikan di Indonesia. “Selama ini website sekolah kerap dianggap susah dibuat karena minimnya tenaga pengajar yang memahami IT, keterbatasan biaya hingga sulit untuk mengelola website dalam waktu lama, Namun dalam program Website Untuk Sekolah ini, kami ingin membantu sekolah untuk membangun website dengan mudah dan membantu mengoptimalkan pembelajaran daring,” kata Indra.
Indra berharap, program Website Untuk Sekolah dapat menjadi solusi bagi sekolah yang saat ini membutuhkan website dengan bantuan langsung dari tim profesional berpengalaman agar dapat meningkatkan sistem pembelajaran online serta menciptakan presensi online bagi sekolah.

Adapun dalam program website untuk sekolah ini, Exabytes menawarkan paket pembuatan website dengan harga sangat terjangkau untuk pihak sekolah senilai Rp 400 ribu. Dengan biaya tersebut maka sekolah akan mendapatkan desain website profesional, gratis domain .SCH.ID, hosting 60 GB, pemeliharaan website berkala dan dukungan premium 24 jam. Paket itu sendiri sangat terjangkau karena biasanya, paket tersebut berharga jutaan rupiah jika sekolah memilih pengembang web profesional untuk membangun websitenya sendiri. Untuk mendaftar ke program tersebut sekolah dapat mengakses laman https://www.exabytes.co.id/partnership/website-untuk-sekolah.