Dua tahun terakhir merupakan masa yang penuh tantangan bagi seluruh warga dunia akibat pandemic Covid19. Tak terkecuali bagi dunia bisnis, termasuk di Indonesia. Industi pembiayaan pun turut merasakan tantangan yang meningkat akibat pandemic. Pun demikian, PT Radana Bhaskara Finance (Perseroan) rupanya sukses melawan arus penurunan bisnis dengan mencatat laba bersih sebesar Rp 25 miliar hingga kuartal III-2021 setelah mencatatkan rugi berturut-turut selama 3 tahun. “Angka tersebut merupakan peningkatan atau perbaikan 150% dari posisi yang sama tahun sebelumnya (yoy) dengan kerugian sebesar Rp 50 miliar,” Rizalsyah Riezky Direktur Keuangan PT Radana Bhaskara Finance Tbk. menerangkan kepada media di dalam acara Public Expose di kantor pusat perusahaan di Gedung Cibis Nine Lantai 11, Jalan TB. Simatupang Jakarta Selatan kemarin (19/11).

Selain itu, Perseroan mencatatkan kenaikan total asset sebesar 14% (yoy) menjadi Rp 999 miliar dari periode yang sama di tahun yang sebesar Rp 876 miliar. Piutang pembiayaan juga mengalami kenaikan menjadi Rp 782 miliar dari posisi sebelumnya sebesar Rp 330 miliar. Liabilitas pada kuartal III-2021 tercatat mengalami kenaikan sebesar 39% (yoy) menjadi Rp 467 miliar dari posisi sebelumnya sebesar Rp 335 miliar. Ekuitas pada kuartal III-2021 dibukukan mencapai Rp 531 miliar, turun 2% (yoy) dari periode sebelumnya sebesar Rp 541 miliar.

Adapun komposisi portofolio Perseroan yang di awal tahun 2020 memiliki komposisi sekitar 80% pembiayaan konsumtif dan sekitar 20% pembiayaan produktif, menjadi 4% pembiayaan konsumtif (legacy) dan 96% pembiayaan produktif pada kuartal III-2021.
Sementara itu, Direktur Bisnis Radana Finance Milokevin Wendiady menyebutkan Perseroan sendiri menargetkan pembiayaan baru sebesar Rp 1,5 triliun pada tahun 2021. Untuk mencapai target pembiayaan tersebut, Perseroan akan terus memperkuat 2 produk utama pembiayaan produktif yang saat ini dimiliki yaitu pembiayaan anjak piutang (factoring) dan pembiayaan investasi berbasis aset.
Selain itu, untuk mencapai target tersebut, Radana Finance juga terus berusaha memperkuat sumber pendanaan dengan pihak kreditor dan meningkatkan inovasi terhadap produk dan proses bisnis secara end-to-end, meningkatkan utilitas ekosistem digital dan proses otomasi untuk mendukung bisnis baru, serta melakukan efisiensi biaya operasional. “Kami sangat optimis di tahun 2021 ini, dari target kami di angka Rp 1,5 triliun, per Oktober ini kami sudah mencapai lebih dari Rp 1,1 triliun dan kami sangat optimis kami bisa mencapai target kami tersebut di tahun 2021 ini,” urai Milokevin.
Di tahun 2022, pembiayaan modal kerja Radana mengalami peningkatan sebesar 17,8%. “Radana juga memiliki produk pembiayaan anjak piutang yang tergolong dalam pembiayaan modal kerja, dimana banyak perusahaan yang akan membutuhkan tambahan modal kerja untuk mendukung kegiatan operasional mereka pada masa seperti ini dan juga kebutuhan untuk rencana recovery bisnis mereka, kami tetap optimis bahwa bisnis Radana akan semakin berkembang di tahun 2022,” urai Milokevin.
Untuk menghadapi tahun 2022, Radana sudah mempersiapkan beberapa strategi yang mampu untuk mengembangkan bisnis kami di tahun 2022 meskipun kondisi ekonomi belum 100% pulih dari masa pandemic ini. “Selain itu kami akan menambah beberapa strategic partner kami baik untuk pembiayaan investasi mapun untuk pembiayaan factoring, yang akan memberikan sinergi bisnis yang positif bagi kedua belah pihak, dan tentu juga dengan peningkatan hubungan dengan strategic partner yang sudah kami jalin di tahun 2020 agar semakin erat dan meningkatkan kontribusi bagi kedua belah pihak,” ungkap Milokevin.
Selain itu Radana juga akan melakukan pengembangan terhadap 2 (dua) produk pembiayaannya agar semakin mampu untuk memenuhi kebutuhan pasar dan berkompetisi di dalam persaingan di tahun 2022. “Untuk mendukung strategi-strategi tersebut, kami juga melakukan pengembangan terhadap infrastruktur kami, terutama dalam tenaga kerja dan bidang IT. Kami tetep memberikan pelatihan – pelatihan untuk meningkatkan kompetensi seluruh tenaga kerja kami. Dan juga kami melakukan pengembangan dalam bidang IT, agar kami dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat dan tepat bagi debitur – debitur kami,” pungkas Milokevin.
Eddy Dwinanto Iskandar
@bungiskandar