Asuransi merupakan salah satu instrumen finansial sebagai bentuk perlindungan untuk mengantisipasi berbagai risiko di masa depan. Walaupun penetrasi asuransi di Indonesia masih tergolong rendah, pemahaman dan minat akan pentingnya asuransi di Indonesia pun sudah semakin meningkat. Hal ini terlihat dari angka adopsi asuransi jiwa penduduk Indonesia yang dipaparkan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dalam siaran pers terkait Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Semester I 2022. Tercatat pada semester awal tahun 2022 ini, sebanyak 73,9 juta penduduk Indonesia sudah terlindungi asuransi jiwa. Penetrasi asuransi jiwa terhadap jumlah populasi penduduk Indonesia pun untuk pertama kalinya berhasil mencapai angka 8 persen.

Tirto Utomo selaku Direktur Bisnis Qoala Plus menjelaskan, jika melihat piramida perencanaan keuangan, maka hal pertama yang harus dipenuhi adalah cash flow yang positif dan kepemilikan dana darurat. Umumnya bila hal tersebut terpenuhi, masyarakat cenderung langsung naik ke tahap ketiga yaitu investasi. “Padahal yang harus dilakukan adalah tahap kedua yaitu manajemen risiko, salah satunya dengan memiliki asuransi. Dengan begitu risiko-risiko kerugian finansial sudah bisa minimalisasi secara baik dengan manfaat yang didapatkan asuransi” ujar Tirto dalam keterangannya yang diterima Liputama.com hari ini (20/10).
Lebih lanjut Tirto menjelaskan lima alasan pentingnya kepemilikan asuransi bagi masyarakat Indonesia. Pertama, sebagai perlindungan tambahan untuk diri sendiri dan keluarga. Kejadian yang tidak diinginkan bisa terjadi kepada siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Kepemilikan asuransi jiwa akan sangat membantu dalam mengantisipasi jika risiko itu terjadi. Asuransi jiwa merupakan asuransi yang dibayarkan perusahaan asuransi kepada pemegang asuransi jika terkena dampak kerugian tak terduga seperti kematian, cacat total, dan keadaan tidak produktif (terlalu tua) sehingga mengakibatkan hilangnya sumber penghasilan. “Terlebih jika orang tersebut tulang punggung keluarga, maka memiliki asuransi jiwa akan memberikan perlindungan finansial bagi keluarga yang ditinggalkan,” terang Tirto.
Kedua, menjadi bagian dari perencanaan keuangan untuk masa depan. Perencanaan keuangan yang dimiliki bisa lebih efektif berjalan, ketika faktor risiko-risiko kerugian finansial sudah diminimalisasi dengan baik dengan asuransi. Apabila memiliki asuransi kesehatan, maka saat jatuh sakit dan membutuhkan biaya pengobatan, arus kas tidak terganggu karena ada asuransi yang menutup biaya tersebut.
Selanjutnya, asuransi akan menekan risiko kemungkinan bangkrut atau harta habis karena biaya pengobatan. Perlu disadari bahwa biaya pengobatan dan kesehatan saat ini tidak murah, bahkan biaya tersebut semakin mahal dari hari ke hari. Hal ini berkaitan dengan teknologi di bidang kedokteran yang semakin canggih. “Biaya kesehatan mengalami kenaikan sebesar 13% setiap tahunnya. Dengan biaya yang mahal tersebut, bukan tidak mungkin Anda akan mengalami bangkrut ketika harus membayar biaya pengobatan,” jelas Tirto.
Keempat, mempermudah nasabah untuk mendapatkan fasilitas kesehatan terbaik. Memiliki asuransi sama dengan memiliki akses untuk fasilitas kesehatan terbaik saat berobat. Nasabah akan mendapatkan pelayanan serta fasilitas kesehatan terbaik sesuai dengan premi yang dibayarkan. Berbagai manfaat pelayanan kesehatan bisa didapatkan seperti rawat inap, biaya kamar ICU, dokter spesialis, pengobatan penyakit kritis, penggantian biaya obat dan resep, rawat jalan, hingga santunan meninggal. “Umumnya, rekanan rumah sakit yang diberikan oleh perusahaan asuransi juga merupakan rumah sakit yang kompeten dengan berbagai fasilitas lengkap,” ungkap Tirto.
Terakhir, asuransi disebut Tirto akan memberi rasa aman, tenang, dan nyaman di masa depan. Hal ini dikarenakan memiliki perlindungan atau proteksi kesehatan yang dapat dipakai kapan saja jika dibutuhkan. “Dengan memiliki asuransi, Anda tidak akan takut merepotkan keluarga maupun orang terdekat jika harus mengeluarkan biaya pengobatan dalam jumlah banyak,” ujarnya.
Selain itu, bertepatan dengan hari asuransi nasional, Qoala Plus sebagai salah satu unit bisnis utama dari Qoala, akan membagikan 100 asuransi Personal Accident (PA) Kecelakaan Diri kepada masyarakat Indonesia melalui akun instagram Qoala Plus yaitu @qoalaplus. Perlindungan dari asuransi PA Kecelakaan Diri ini mencakup santunan meninggal dunia, santunan cacat, biaya pengobatan, santunan harian rawat inap, santunan biaya pemakaman dan santunan patah tulang yang terjadi akibat kecelakaan dengan total proteksi sebesar Rp25 juta. “Hal ini sekaligus menjadi usaha Qoala, khususnya Qoala Plus, dalam meningkatkan adopsi kepemilikan asuransi masyarakat Indonesia serta menjadi bentuk edukasi akan pentingnya memiliki asuransi sebagai bentuk perlindungan bagi diri sendiri dan keluarga,” Tirto memungkas penjelasannya.
@bungiskandar