19/01/2026
IMG-20231129-WA0035

Manajemen dan karyawan MahaDasha Group Mengikuti Program CSR WASH 2023 Employee Volunteerism.

Kesehatan merupakan salah satu modal utama untuk memastikan kesejahteraan masyarakat Indonesia kedepannya. Karena itu cukup memprihatinkan bahwa di Indonesia masih terdapat banyak daerah yang mengalami kesulitan dalam mengakses air bersih, fasilitas sanitasi yang layak, layanan kesehatan yang baik, serta kurang memahami Pola Hidup Bersih dan Sehat. Padahal berbagai faktor tersebut merupakan prasyarat utama dalam membentuk manusia Indonesia yang unggul. Penting dan utamanya faktor air bersih dan sanitasi, membuatnya masuk ke dalam tujuan utama keenam SDG (Sustainable Development Goals) yakni akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak.

 

Direktur MahaDasha Group Saidinur Anwar tengah memberikan sambutan.

Karena itu, MahaDasha yang merupakan bagian dari Grup Tiara Marga Trakindo (TMT) memfokuskan kegiatan tanggung jawab sosial (corporate social responsibility – CSR) perusahaan pada Pilar Kesehatan dari empat pilar utama yang telah ditetapkan oleh TMT, yakni Pendidikan, Lingkungan, Kesehatan, dan Bantuan Kemanusiaan (compassionate relief). Salah satu wujud nyatanya yakni dengan menggelar MahaDasha Group CSR Program “Water, Sanitation & Hygiene (WASH) 2023 Employee Volunteerism” di Kampung Buah Limus & Kampung Jambu, Desa Sampir, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Provinsi Banten pada Rabu 29 November 2023. “Kegiatan employee volunteerism merupakan bagian dari rangkaian program CSR 2023 Grup MahaDasha, dimana tidak hanya membangun fasilitas Sarana Air Bersih (SAB) dan MCK bagi warga yang membutuhkan, namun MahaDasha juga turut membangun dan menumbuhkan awareness warga mengenai Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” ujar Direktur MahaDasha Saidinur Anwar di sela-sela acara WASH 2023 di Kampung Buah Limus & Kampung Jambu, Desa Sampir, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, hari ini (29/11).

Dalam kegiatan ini para karyawan dan juga business leader di lingkungan Grup perusahaan turut serta berpartisipasi sebagai volunteer dalam serangkaian kegiatan sosial sebagai wujud komitmen kepedulian perusahaan terhadap masyarakat khususnya masyarakat pra sejahtera. “Kegiatan Employee Volunteerism sendiri akan berlangsung selama 2 hari di tanggal 29 November dan 6 Desember 2023 dimana dalam rangkaian kegiatan kali ini karyawan berkesempatan untuk berperan aktif dalam proses Pembangunan SAB, Edukasi PHBS di lingkup sekolah dan warga setempat, kegiatan bersih desa hingga pembuatan plang himbauan Kesehatan,” Saidinur menambahkan.

 

Manajemen dan karyawan MahaDasha Group Mengikuti Program CSR WASH 2023 Employee Volunteerism.

Corporate Communication Manager MahaDasha Rani Hartanti menerangkan, program WASH direncanakan dengan cermat sejak awal hingga pelaksanaan. Tidak hanya membangun fasilitas air bersih dan kesehatan namun MahaDasha juga melakukan edukasi kesadaran akan PHBS yang baik, dengan cara menjalankan langkah Pemicuan di awal pelaksanaan program. “Pemicuan adalah cara untuk mendorong perubahan perilaku hygiene dan sanitasi individu atau masyarakat atas kesadaraan sendiri dengan menyentuh perasaan, pola pikir, perilaku, dan kebiasaan individu atau masyarakat, yang dilakukan dengan melakukan pertemuan dengan masyarakat selama setengah hari dengan difasilitasi oleh tim pemicu puskesmas dan desa,” jelas Rani, sapaannya.

Adapun masyarakat yang menjadi target penerima CSR MahaDasha WASH 2023 terdiri dari 250 kepala keluarga kategori keluarga Pra Sejahtera di Kampung Buah Limus dan Kampung Jambu, Desa Sampir, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang Banten.

Desa Sampir adalah salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Waringinkurung Kabupaten Serang Banten, Indonesia. Desa Sampir memiliki beberapa kampung di dalamnya, antara lain Kampung Jambu yang memiliki 224 KK atau 896 jiwa, dan Kampung Buah Limus sebanyak 72 KK atau 288 jiwa.

Kebanyakan masyarakatnya bekerja sebagai petani palawija dan juga buruh bangunan. Yang memprihatinkan, sebanyak 70% masyarakatnya masih melakukan aktivitas buang air besar sembarangan (BABS) di kebun dan sawah. Hal ini dapat berdampak juga terhadap kualitas dan keamanan hasil kebun yang ada di sekitar lokasi BABS tersebut. Kegiatan MCK juga selama ini dilakukan di titik mata air yang terdapat di area kampung sehingga sangat rentan membahayakan kesehatan penduduknya.

Sebagian besar masyarakat mengambil air dari sumur gali umum maupun titik mata air dengan debit air yang tidak terlalu besar. ”Sumur gali umum yang dimiliki juga seringkali mengalami kekeringan ketika kemarau, sehingga masyarakat menggunakan air sungai untuk melakukan aktivitas mandi, cuci, dan kakus,” jelas Rani.

Berbagai kondisi di atas diharapkan dapat diatasi dengan program MahaDasha Group CSR Program “Water, Sanitation & Hygiene (WASH) 2023 Employee Volunteerism”, yang bertujuan menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan khususnya bagi keluarga pra sejahtera, menyediakan fasilitas sanitasi (MCK) yang layak bagi masyarakat pra sejahtera, terwujudnya desa ODF (Open Defecation Free), membentuk kader sanitasi yang akan mengelola fasilitas sanitasi dan pola hidup bersih desa secara mandiri serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat, melalui peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

MahaDasha Group sendiri telah sejak lama menjalankan program CSR yang menjawab kebutuhan akan air bersih yang layak konsumsi dan fasilitas sanitasi yang layak. Sejak tahun 2014 MahaDasha dan anak usahanya mulai melaksanakan program “Air untuk Kehidupan” yang kini dikenal sebagai WASH (Water, Sanitation and Hygiene) untuk menjangkau anak-anak dan keluarga pra sejahtera dengan menyediakan akses yang lebih mudah untuk memperoleh pasokan air bersih layak konsumsi serta fasilitas sanitasi dan kebersihan. Sejak awal pelaksanaannya, program ini sudah berlangsung sebanyak 6 kali dengan total 80 fasilitas sanitasi (MCK), komunal dan MCK keluarga, 11 aliran air bersih, serta pipanisasi publik dengan menyasar sejumlah area di wilayah Jabodetabek, dan telah memberikan dampak kepada lebih dari 2.500 jiwa,” ungkap Rani.

Rani lebih lanjut menegaskan, dengan berbagai program CSR di bidang kesehatan, MahaDasha berkomitmen penuh untuk dapat terus berkontribusi secara aktif sebagai bagian dari komunitas di mana Grup Perusahaan berada. “MahaDasha sebagai bagian dari Grup Tiara Marga Trakindo (TMT) memfokuskan kegiatan tanggung jawab sosialnya pada pilar Kesehatan dari empat pilar utama yang telah ditetapkan yaitu Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Tanggap Bencana dalam menjalankan tata kelola perusahaan yang baik. Kami meyakini, bisnis yang baik adalah yang mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti halnya yang MahaDasha Group lakukan melalui program MahaDasha Group CSR Program “Water, Sanitation & Hygiene (WASH) 2023”,” urai Rani memungkas penjelasannya.

Adapun Mawi, ketua RT 06/02 Kampung Buah Limus, Desa Sampir, Serang, Banten mengaku bersyukur warganya bisa mendapat bantuan pembangunan sarana air bersih, MCK serta edukasi mengenai PHBS.
“Alhamdulilah warga bahagia senang ada bantuan sarana sumur air dan MCK dari Mahadasha ini. Sehingga bisa untuk minum, bersih-bersih dan lain sebagainya,” ujar Mawi semringah saat ditemui di kampungnya.
Mawi memaparkan, selama ini warga desa kesulitan mendapatkan air bersih karena lokasi kampung yang berada di tanah berbatu membuat warga kesulitan mengebor tanah untuk mendapatkan air bersih. Bayangkan saja, warga kampungnya sampai harus mengebor tanah hingga kedalaman 48-70 meter untuk bisa mendapatkan air minum yang layak. Biaya pengeborannya pun bisa mencapai Rp 30 juta lebih. Sehingga sangat memberatkan. “ Karena itu dari total 72 KK cuma 10 KK yang mampu membuat sumur sendiri Karena itu warga banyak mengandalkan membeli air bersih, mengambil dari sungai, atau meminta dari tetangga yang memiliki sumur,” ujarnya.

Mawi Ketua RT 06/02 Kampung Buah Limus, Desa Sampir, Serang, Banten.

Masalah air ini juga yang menyebabkan banyak warga yang tidak memiliki MCK di dalam rumah. Karena memang tidak ada air untuk mandi, maupun membilas kotoran. “Sekarang sudah ada air bersih dari mahadasha jadi rencananya dialirkannya mau pakai selang ke rumah warga, alhamdulilah bisa untuk 60 KK,” ujarnya. Mawi meyakini bantuan dari MahaDasha ini akan mampu meningkatkan kualitas kehidupan warga kampungnya karena kini memiliki akses air bersih untuk seluruh warga.

 

Redaksi