Ketua STP Trisakti Fetty Asmaniati (ketiga dari kanan) berfoto bersama para pembicara talk show.
Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (STP Trisakti) kerap berada di garda depan dalam menyuarakan kemajuan industry pendidikan pariwisata. Termasuk dalam acara yang digelar hari ini (26/7) berupa talk show Strategi Kolaborasi Bisnis Digital Pariwisata Melalui Digitalisasi yang digelar di Hotel Aston Kartika, Grogol, Jakarta Barat. Ketua STP Trisakti Fetty Asmaniati dalam sambutannya memaparkan, saat ini waktu yang tepat dalam memacu digitalisasi di sektor pendidikan serta industry pariwisata. “Kita harus move on, apalagi dua tahun kita mengalami pandemi. Kita harus melakukan transformasi ke digitalisasi dan menyiapkan anak didik agar lebih mumpuni,” urai Fetty.

Lebih lanjut Fetty menyampaikan, dalam proses transformasi STP Trisakti menjadi institut juga menyertakan digitalisasi dalam pembelajaran. “ Termasuk dalam rencana membuka program studi bisnis digital. Karena itu kami telah menyiapkan anak didik kami dalam pembelajarannya sehingga pariwisata Indonesia dapat lebih terangkat lagi,” ujar Fetty.
Talk show ini sendiri merupakan bagian dari acara Apresiasi Mitra Sekolah, Industri, Alumni, dan Media Gathering. Para pembicara yang turut mengisi acara yakni CEO & Cofounder Tripwe sekaligus Dosen Universitas Indonesia Sofian Lusa, lalu Direktur Pemberitaan Media Indonesia Gaudensius Suhadi dan Alumnus STP Trisakti Trias Fajar Anugrah dengan moderator Wakil Ketua III STP Trisakti Ismeth Emier Osman.

Acara bincang-bincang yang berlangsung menarik ini membagikan berbagai insight menarik. Antara lain Gaudiensius yang memaparkan bahwa digitalisasi terlebih setelah pandemic ini menjadi elemen penting penghubung berbagai sector industry, termasuk pariwisata. Tak ketinggalan Gaudensius memberikan saran membangun untuk melibatkan masyarakat local agar turut kebagian kue pariwisata domestic. “Jangan sampai pembangunan pariwisata mengeliminir warga lokal,” saran Gaudensius.
Pun demikian dengan Sofian yang menerangkan bahwa industry pariwisata kini sarat teknologi digital dan harus beradaptasi dengan Revolusi Industri 4.0. “Ekosistem Tourism 4.0 mengarah pada aplikasi dengan strategi 4C; collaborations, creative, critical thinking, communication,” paparnya.
Adapun Trias menjelaskan tiga elemen penting dalam menghubungkan antara dunia pendidikan dengan industrinya. Yakni dengan menjadikan lembaga pendidikan sebagai pusat riset dan inovasi. “Kita duduk bersama untuk memajukan pariwisata,” pungkas Trias.

Acara ini disemarakkan dengan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung langkah strategis STP Trisakti dalam memajukan industry pendidikan pariwisata yakni alumnus, mitra kerja sama, sekaligus media massa.
@bungiskandar