14/02/2026
IMG-20231030-WA0197

Penandatanganan MoU antara Oxone dengan Institut Pariwisata Trisakti.

Promosi keunggulan negara bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui diplomasi kuliner. Hal ini penting karena promosi kuliner ke mancanegara dapat membangun hubungan internasional yang positif, mempromosikan budaya, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Berangkat dari pentingnya promosi kuliner Indonesia Oxone, merek peralatan dapur dan memasak menggelar OXONE GOES TO CAMPUS SERIES 2 dalam bentuk seminar yang berlangsung di Auditorium Institut Pariwisata Trisakti.

Chef Degan Septoadji tengah memberikan pemaparan.

Seminar yang bertajuk “The Role of Indonesian Food as Gastronomy Tourism” secara resmi di buka oleh Rektor Institut Pariwisata Trisakti Fetty Asmaniati SE.MM dan diikuti lebih dari 200 mahasiswa dan pelajar Sekolah Menengah Atas. Rektor Institut Pariwisata Trisakti, Fetty Asmaniati,SE.MM, dalam sambutannya menyampaikan target kedepan mahasiswa Institut Pariwisata Trisakti sebagai putra putri bangsa Indonesia harus bisa mempromosikan kuliner Indonesia ke luar negeri. “Kegiatan seminar ini juga sebagai langkah konkret lembaga pendidikan tinggi untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di Institut Pariwisata Trisakti terutama dalam kegiatan praktik,” ujar Fetty Asmaniati dalam sambutannya.

Rektor Institut Pariwisata Trisakti Fetty Asmaniati SE. MM, tengah memberikan sambutan.

Dalam seminar tersebut menghadirkan pembicara tunggal Chef Degan Septoadji dengan materi Cooking Demo by Chef Degan Septoadji dan Cooking Challenge. Selain itu juga digelar lomba memasak makanan Indonesia yang diikuti masing-masing perwakilan fakultas Institut Pariwisata Trisakti.

Lomba Masak di Acara Oxone Goes to Campus Series 2.

Selain kegiatan seminar dan lomba masak, juga ada penandatanganan MoU yang ditanda tangani oleh Rektor Institut Pariwisata Trisakti, Fetty Asmaniati,SE.MM dan pihak Oxone oleh Direktur Marketing, Ibu Yennie Kusuma yang disaksikan oleh  dan sejumlah Dosen Insitut Pariwisata, Wakil Rektor Bidang Akademik & Kemahasiswaan dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama & Alumni Trisakti serta para mahasiswa yang hadir pada seminar tersebut. “Kami meyakini kerja sama ini akan membawa manfaat positif bagi Institut Pariwisata Trisakti maupun Oxone,” ujar Yennie Kusuma, Direktur Marketing Oxone.

Penandatanganan MoU antara Oxone dengan Institut Pariwisata Trisakti.

Fetty Asmaniati SE.MM., menambahkan, pihaknya sangat bangga Oxone memilih Institut Pariwisata Trisakti dalam acara seminar hari ini dan berharap jika Oxone kembali mengadakan acara, mahasiswa Institut Pariwisata Trisakti dapat dilibatkan kembali agar dapat berkontribusi. “Jelas bahwa kenyataannya mahasiswa dituntut untuk selalu cepat tanggap dan mengetahui segala sesuatu yang sedang hangat diperbincangkan,” jelas Fetty.

Adapun Chef Degan Septoadji kepada awak media mengungkapkan, dirinya memberikan motivasi kepada para mahasiswa Institut Pariwisata Trisakti dan bercerita tentang pengalamanya sejak awal karir hingga berhasil menjadi chef professional. “Motivasi utama yang harus dimiliki yaitu punya sifat ingin menjadi sukses, kerja keras dan jujur, tidak mudah menyerah khususnya di dunia perhotelan,” demikian nasihat Chef Degan Septoadji kepada para mahasiswa Institut Pariwisata Trisakti.

Mahasiswa Institut Pariwisata Trisakti berpartisipasi dalam Oxone Goes to Campus Series 2 di Kampus Institut Pariwisata Trisakti.

Menurut Chef Degan Septoadji, profesi di bidang ini akan membawa para mahasiswa ke seluruh penjuru dunia karena bidang perhotelan memiliki lingkup yang sangat luas. “Mahasiswa kita harus bangga dengan kuliner Indonesia dan mempertahankan agar menjadi ambasador untuk masakan Indonesia,” jelas Chef Degan Septoadji.

Lebih lanjut Chef Degan Septoadji berharap mahasiswa Institut Pariwisata Trisakti terus mengasah talentanya agar siap bekerja di perhotelan seluruh penjuru negeri. “Kita harus siap bersaing dari sisi pengetahuan maupun mental karena memiliki  budaya yang berbeda-beda, sehingga mahasiswa bisa beradaptasi dengan baik dan tetap bisa menjadi kebanggaan negara kita,” urai Chef Degan Septoadji seraya menutup wawancaranya.